Spirit Sosial Budaya Patung Monumen Slamet Riyadi

Spirit Sosial Budaya Patung Monumen Slamet Riyadi

Contoh Tesis~Spirit Sosial Budaya Patung Monumen Slamet Riyadi Di Kawasan Gladag Surakarta

Media Komunikasi

Latar Belakang Masalah

Pada masa sekarang ini dunia sedang dilanda gelombang globalisasi, terutama globalisasi kebudayaan. Salah satunya adalah bidang kesenian, khususnya seni patung. Banyak seni patung  di daerah yang secara tragis mulai tergeser dari percaturan dunianya. Semua itu pengaruh dari pembangunan fisik dan budaya yang tidak sejalan, teknologi dan industrialisasi  disaat itu mulai meruntuhkan nilai-nilai komunal masyarakat tradisional (Sachari, 2005: 95).

Pengaruh teknologi dan budaya industrialisasi di saat sekarang ini cenderung pada pola pikir masyarakat yang berorientasi pada nilai ekonomi atau nilai materialistik (Poespowardojo, 1989: 155), sehingga seniman sebagai bagian dari masyarakat, mulai terpengaruh oleh pola  berfikir bahwa hal-hal yang tidak rasional, tidak pragmatis apalagi tidak bernilai ekonomis mulai ditinggalkan. Seni patung yang semula akrab  dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, sekarang semakin memudar. Bahkan akhir-akhir ini semakin banyak kalangan terutama generasi  muda yang meninggalkan nilai-nilai patriotisme dan menggantikan nilai-nilai baru dari unsur budaya asing, yang kesemuanya belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa sendiri. Dari situlah maka diperlukan adanya kontrol sosial  yang ada di masyarakat, yang berguna sebagai “cambuk” bagi komunitas yang menganut kebudayaan tersebut (Setiadi, dkk. 2006: 40-41).

Perumusan Masalah

Permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Spirit sosial budaya apa yang melatar-belakangi berdirinya patung monumen Slamet Riyadi di kawasan Gladag Surakarta ?
  2. Bagaimana bentuk visual patung Slamet Riyadi sebagai patung monumental ditinjau dari aspek seni rupa khususnya seni patung ?
  3. Bagaimana pertimbangan pemilihan tempat (lokasi) patung monumen Slamet Riyadi di kawasan Gladag Surakarta ?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  1. Spirit sosial budaya yang melatar-belakangi berdirinya patung monumen Slamet Riyadi di kawasan Gladag Surakarta.
  2. Bentuk visual patung Slamet Riyadi sebagai patung monumental ditinjau dari aspek seni rupa khususnya seni patung.
  3. Pertimbangan pemilihan tempat (lokasi) patung monumen Slamet Riyadi di kawasan Gladag Surakarta.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan analisis yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Spirit sosial budaya yang melatar belakangi pembangunan patung monumen Slamet Riyadi yaitu semangat  patriotisme dan nasionalisme yang menyangkut semangat juang generasi muda dalam melawan penjajah. Nilai-nilai dan kehidupan Slamet Riyadi ini juga perlu disosialisasikan pada masyarakat luas, sebagai manifestasi kesetiakawanan nasional, rasa kebangsaan dan pembelaan pada tegaknya NKRI, dan tantangan  yang ada saat ini yaitu kebodohan dan kemiskinan. Dari spirit sosial budaya, pembangunan monumen dan patung Slamet Riyadi itu sendiri merupakan perwujudan  dari proses cipta, rasa, karsa bagi masyarakat daerah setempat;  sebagai bentuk kebudayaan, seni patung monumen merupakan ekspresi manusia dalam mengembangkan harkat dan martabat bangsa, yang dapat memberikan peningkatan wawasan dan makna patriotisme bangsa lewat sebuah patung monumental dengan  pemilihan tempat yang sesuai dengan lokasi daerah gerilya; patung monumen Slamet Riyadi mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa; selain itu bisa dijadikan ikon keberadaan kota Surakarta.

Bentuk visual patung monumen Slamet  Riyadi ditinjau dari segi seni  memiliki tinggi 7 meter ditambah landasannya 4 meter dengan total ketinggiannya 11 meter tidak menyalahi aturan dari pihak keraton Surakarta, karena tingginya tidak lebih dari gapura keraton. Bahan material yang terbuat dari perunggu dirasa tepat sebagai patung monumen, karena bahan tersebut awet serta tidak mudah retak dalam menghadapi segala cuaca baik panas maupun hujan.  Betuk visual monumen sudah dibuat secara ‘sempurna’  sesuai persyaratan pembuatan patung monumen baik dari segi proporsi, anatomi dan draperi. Ke-‘sempurna’-an itu terlihat pula pada sikap berdiri mengacungkan pistol yang mempunyai makna sebagai pemimpin mengeluarkan aba-aba untuk maju melawan penjajah, dengan semangat untuk pantang menyerah dan simbol kepahlawan dari tokoh pejuang masa lalu dalam melawan penjajah yang dibuat dalam bentuk naturalis. Dari segi budaya menunjukkan bahwa lokasi penempatan patung monumen Slamet Riyadi sudah berdasarkan konsep tata ruang kota di kawasan.

Artikel Yang Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *