Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Contoh Tesis~Sinergi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat  Di Kota Surakarta

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Latar Belakang Masalah

Sampai saat ini,  Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Indonesia masih menghadapi permasalahan  kemiskinan  yang bersifat  multidimensional.  Kemiskinan menjadi  sebab dan akibat dari  lingkaran setan (vicious cyrcle)- rangkaian permasalahan pengangguran, rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, dan  rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.  Kondisi tersebut digambarkan dengan masih tingginya jumlah  penduduk miskin dan  jumlah pengangguran terbuka,  serta masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (Indonesia) Indonesia dibanding mayoritas negara-negara lain.

Kualitas  sumber daya manusia  ditandai oleh  indeks pembangunan manusia (IPM) atau  human development index  (HDI). Indeks pembangunan manusia  merupakan indikator komposit status kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup saat lahir, taraf pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf  penduduk dewasa dan gabungan angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar,  menengah, tinggi, serta taraf perekonomian penduduk yang diukur dengan pendapatan  domestik bruto (PDB) per kapita dengan paritas daya beli.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas,  penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisa sinergi kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Surakarta.  Secara terperinci, permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu :

  1. Bagaimana  kebijakan dan  kelembagaan  yang mendukung  sinergi dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta ?
  2. Bagaimana  bentuk-bentuk sinergi  dalam  implementasi program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat kelurahan di Kota Surakarta?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

  1. Mendeskripsikan kebijakan  dan kelembagaan   yang mendukung    sinergi dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta.
  2. Mendeskripsikan dan menganalis bentuk-bentuk sinergi  dalam implementasi  program-program  penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat kelurahan di Kota Surakarta.

Kesimpulan

Penelitian  ini berupaya  mendeskripsikan dan menganalisis  sinergi  kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Surakarta.  Fokus dalam penelitian ini adalah  mengemukakan kebijakan penangggulangan kemiskinan dari Pemerintah dan Pemerintah Kota Surakarta,  gambaran implementasi dan model  PNPM Mandiri  Perkotaan, Program KUBE, P2MBG,  Program Rehap RTLH dan Program DPK;  menganalisis  kebijakan  dan kelembagaan  yang mendukung sinergi dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta, serta bentuk-bentuk sinergi  dalam  implementasi  PNPM Mandiri  Perkotaan, Program KUBE, P2MBG,  Program Rehap RTLH dan Program DPK.

Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan disebutkan perlunya dikembangkan  Jaringan kerja pelaksana penanggulangan kemiskinan dan kemitraan dalam penanggulangan kemiskinan. Untuk harmonisasi program-program pemberdayaan masyarakat, dalam implementasi PNPM Mandiri  dikembangkan  Sinergi antar pelaku (pemerintah pusat dan daerah, swasta, lembaga donor, organisasi masyarakat madani, kelompok masyarakat penerima), melalui :  sinergi kegiatan; sinergi kelompok penerima; sinergi kriteria, proses dan prosedur.   SK Walikota Surakarta Nomor 400.05/14-D/1/2009  tentang  pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD)  Kota Surakarta untuk wadah koordinasi dan sinergi penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta.
  2. Kebijakan, kelembagaan dan strategi untuk mendukung sinergi program-program penanggulangan kemiskinan termasuk program-program berbasis pemberdayaan masyarakat, secara tegas dan terpadu sejak ditetapkannya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Surakarta. Strategi dan model sinergi yang akan dikembangkan dalam implementasi penanggulangan kemiskinan melalui kolaborasi.

Pengaruh Interaksi Sosial, Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas

Contoh Tesis~ Pengaruh Interaksi Sosial, Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Pekerja Di Bagian Spinning II PT. Danliris Sukoharjo

Tenaga Kerja

Latar Belakang

Dari sekian banyak jenis industri di Indonesia, industri tekstil masih menjadi salah satu jenis industri utama yang tidak bisa diabaikan peranannya. Industri tekstil merupakan salah satu industri prioritas nasional yang masih prospektif untuk dikembangkan. Tahun lalu pasar tekstil di dalam negeri mencapai Rp. 80 triliun (BPS Indonesia 2008).

Industri tekstil merupakan industri padat karya, dengan populasi lebih dari 230 juta penduduk, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial. Dari sisi tenaga kerja, pengembangan atau penambahan kapasitas industri dapat dengan mudah terakomodasi oleh melimpahnya tenaga kerja dengan tingkat upah yang lebih kompetitif. Total penyerapan tenaga kerja industri padat karya ini mencapai 3,2 juta orang (Ekonomika Industri Indonesia. 2007:283).

Hal ini memperlihatkan bahwa industri tekstil sangat berperan dalam menyerap tenaga kerja mengingat Negara Indonesia mempunyai jumlah pengangguran yang cukup tinggi, menciptakan nilai tambah dan menghasilkan devisa yang sangat berguna bagi bangsa kita.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penelitian ini memfokuskan pada:

  1. Seberapa besar pengaruh antara interaksi sosial terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?
  2. Seberapa besar pengaruh antara jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?
  3. Seberapa besar pengaruh secara bersama-sama interaksi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh interaksi sosial terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.
  2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.
  3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh secara bersama-sama antara interaksi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.

Kesimpulan

Kesimpulan ini ditarik dari kenyataan empiris di lapangan dari masing-masing variabel penelitian. Secara kenyataan empiris di lapangan, dapat disimpulkan gambaran umum sebagai berikut: Secara empiris dapat dikatakan bahwa pada kategori sedang mempunyai frekuensi responden sebanyak 51 orang dan dengan besaran 54,20%. Dalam hal ini dapat dikatakan interaksi sosial sedang, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori sedang. Hal ini juga bisa dilihat pada lokasi di PT. Danliris bahwa dalam perusahaan tersebut selalu diadakan koordinasi sebelum pekerjaan dimulai, disamping itu juga terdapat koperasi dan serikat kerja yang dimana dengan mengikuti program-program yang diadakan organisasi tersebut secara otomatis meningkatkan interaksi para pekerja khususnya pekerja dengan kasubsi.

Secara empiris dapat dikatakan bahwa pada kategori tinggi mempunyai frekuensi responden terbesar sebanyak 55 orang dan dengan besaran 58,50%. Sehingga kondisi  jaminan sosial tenaga kerja yang ada di PT. Danliris tinggi, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori tinggi. Menilik kondisi pada lokasi penelitian, sebelum seseorang menjadi pekerja pada PT. Danliris pasti telah dijelaskan tentang kontrak hak dan kewajibannya selama menjadi pekerja, dalam pabrik juga terlihat jelas fasilitas yang sangat memadahi baik itu fasilitas kesehatan maupun keselamatan pekerja.  Secara empiris pada kategori sedang mempunyai frekuensi responden terbesar sebanyak 45 orang dan dengan besaran 47,90%. Sehingga kondisi produktivitas pekerja PT. Danliris sedang, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori sedang. Sesuai dengan kenyataan dilapangan target produksi dalam PT. Danliris selalu terpenuhi dan jika terdapat target yang besar perusahaan akan mengadakan lembur bagi pekerja produksi dimana upah lembur tetap dibayar per-jam nya. Dan juga menilik pada prioritas PT. Danliris bahwa mayoritas produksinya untuk dipasarkan di luar Indonesia sehingga ketepatan dan kualitas hasil produksi sangat diutamakan.

Artikel Yang Terkait: