Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan Inklusi Siswa Tuna Netra

Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan Inklusi Siswa Tuna Netra

Contoh Tesis~Pelaksanaan Pembelajaran Model Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan Inklusi  Siswa Tuna Netra  Di SMP Negeri 4 Wonogiri 

Pendidikan Luar Biasa

Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan wajib belajar pendidikan dasar dan mengatasi permasalahan pendidikan anak berkebutuhan khusus, dipandang perlu meningkatkan perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, baik yang telah memasuki sekolah umum (SD) tetapi belum mendapatkan pelayanan pendidikan khusus maupun anak-anak berkebutuhan khusus yang belum sempat mengenyam pendidikan sama sekali karena tidak diterima di SD terdekat atau karena lokasi SLB jauh dari tempat domisilinya. Melalui pendidikan inklusif, anak berkebutuhan khusus dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak melalui pendidikan di sekolah terdekat. Sudah barang tentu sekolah terdekat tersebut perlu dipersiapkan segala sesuatu.

Penyelenggaraan sekolah inklusi bagi peserta didik berkebutuhan khusus secara yuridis memiliki landasan yang kuat, diantaranya: (1). UUD 1945 (amandemen) pasal 31 ayat 1:“setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”. (2). UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa ” pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah :

  1. Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Model Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan Inklusi di SMP Negeri 4 Wonogiri.
  2. Apa kendalanya dan cara mengatasi pelaksanaan pembelajaran model modifikasi bahan ajar pendidikan  inklusi siswa tunanetra di SMP Negari 4 Wonogiri.
  3. Bagaimanakah hasil belajar dari pelaksanaan model pembelajaran Inklusi siswa tunanetra di SMP Negari 4 Wonogiri.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

  1. Penerapan proses Pelaksanaan Pembelajaran Model Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan inklusi untuk siswa tunanetra di SMP Negeri 4 Wonogiri sebagai sekolah rintisan inkusi.
  2. Peningkatan proses pembelajaran Inklusi untuk siswa tunanetra dengan mengunakan Model Modifikasi Bahan Ajar bagi siswa tunanetra di SMP Negeri 4 Wonogiri.
  3. Peningkatan prestasi belajar siswa tunanetra melalui Pelaksanaan Model Modifikasi Bahan Ajar Di SMP Negeri 4 Wonogiri.

Kesimpulan

Dari hasil temuan penelitian model modifikasi bahan ajar pada sekolah inklusi di SMP Negeri 4 Wonogiri dapat dikemukakan sebagai berikut:

pertama adalah Pelaksanaan model pembelajaran inklusi di SMP Negeri 4 Wonogiri sudah sesuai dan sejalan dengan tuntunan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 pasal 31, Uandang-Undang no. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional pasal 3.  Prinsip-prinsip pengembangan  dan model pembelajaran inklusi yang harus dilaksanakan sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang pelaksanaanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi di SMP Negeri 4 Wonogiri.

Kedua adalah model kurikulum pengajaran di SMP Negeri 4 Wonogiri sebagai sekolah rintisan menggunakan kurikulum sekolah regular yaitu tingkatan satuan pendidikan atau KTSP dengan memadukan materi antara mata pelajaran yang mempunyai kesamaan tema yang meliputi mata pelajaran matematika, IPA, IPS, Bahasa dan Agama. Sedangkan mata pelajaran lainnya tidak dikolaborasikan, oleh karena itu tema memiliki peran sangat penting, yaitu mengorganisasikan dan sekaligus menjadi konteks pengembangan ketrampilan dan pengembangan bahan ajar.

Ketiga adalah bentuk dan prosedur kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 4 Wonogiri adalah dengan system lima puluh persen di kelas dan lima puluh persen di dalam kelas, guru menyampaikan materi dan memberi tugas kepada siswa dan siswa mengerjakan tugas itu. Melalui kegiatan belajar mengajar itu, kemampuan menguasai dan mengimplementasi materi semakin mantap bagi siswa regular dan bagi siswa berkebutuhan khusus ada pengalaman kongkrit sehingga akan bertahan lama dalam ingatan.

Keempat adalah jenis dan fungsi materi pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Sesuai dengan kegiatannya meteri model modeifikasi bahan ajar yang diterapkan di SMP Negeri 4 Wonogiri berbentuk kolaborasi antaramata pelajaran yang mempunyai kesamaan tema yang kesemuannya berfungsi sebagai sarana memperlancar jalannya kegiatan belajar mengajar.

Kelima adalah peran guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, peran guru adalah menyampaikan tugas, memotifasi, member fasilitas belajar siswa dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar siswa. Sementara itu peran siswa hanya mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Dari kelima dimensi tersebut, yaitu dimensi tujuan pembelajaran, model kurikulum, bentuk kegiatan belajar mengajar, jenis dan fungsi materi pelajaran serta peran siswa dan guru, dalam kegiatan belajar mengajar sesuai dengan prinsip-prinsip model modifikasi bahan ajar.

Artikel Yang Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *