Materi Pembelajaran IPS Sejarah Di SMP

Materi Pembelajaran IPS Sejarah Di SMP

Contoh Tesis~Perjuangan Komando Daerah Muria Tahun 1948 Sebagai Pengembangan Materi Pembelajaran IPS Sejarah Di SMP Wilayah Kabupaten Kudus

Pembelajaran IPS

Latar Belakang Penelitian 

Pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan (Sumantri, 2001:92).

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial masyarakat yang diseleksi dengan menggunakan konsep-konsep ilmu sosial yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Kehidupan sosial masyarakat senantiasa mengalami perubahan-perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut dapat dilihat baik dalam konteks keruangan  maupun konteks waktu. Berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat harus dapat ditangkap oleh lembaga pendidikan yang kemudian menjadi sumber bahan materi pembelajaran.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka masalah pokok yang  dikaji dalam penelitian ini adalah:

  1. Mengapa sejarah   perjuangan   Komando   Daerah   Muria  tahun 1948    belum   menjadi  bagian  dari  materi  pembelajaran  IPS sejarah  di SMP wilayah Kabupaten Kudus?
  2. Aspek-aspek manakah dari sejarah perjuangan Komando Daerah Muria yang perlu diajarkan kepada siswa?
  3. Bagaimana tanggapan guru-guru IPS di SMP dan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus terhadap upaya memasukkan sejarah   perjuangan  Komando  Daerah Muria ke dalam pembelajaran sejarah?
  4. Bagaimana guru mempersiapkan/menyusun materi pembelajaran sejarah dengan memasukkan sejarah perjuangan Komando Daerah Muria?

Tujuan Penelitian

  1. Perlunya   sejarah perjuangan  Komando  Daerah  Muria  menjadi  bagian  dari   materi pembelajaran IPS Sejarah di SMP wilayah Kabupaten Kudus.
  2. Aspek-aspek dari sejarah perjuangan Komando Daerah Muria yang perlu diajarkan kepada siswa.
  3. Mengetahui tanggapan guru-guru IPS di SMP dan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus terhadap upaya memasukkan sejarah   perjuangan  Komando  Daerah Muria ke dalam pembelajaran sejarah.
  4. Mengetahui cara guru mempersiapkan/menyusun materi pembelajaran  sejarah dengan memasukkan sejarah perjuangan Komando Daerah Muria.

Simpulan

Berdasar pada sajian data, pokok temuan, dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Sejarah perjuangan Komando Daerah Muria tahun 1948 selama ini belum dapat dijadikan sebagai pengembangan materi pembelajaran IPS sejarah berkaitan dengan materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, disebabkan oleh beberapa hal antara lain, terbatasnya alokasi waktu, kurangnya kesiapan tenaga pengajar karena belum tersedianya bahan ajar tentang sejarah perjuangan rakyat Kudus tersebut.

Sejarah perjuangan Komando Daerah Muria tahun 1948, merupakan bagian integral dari perjuangan bangsa Indonesia dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia menghadapi Agresi Militer II Belanda. Di dalamnya terkandung nilai-nilai, jiwa dan semangat heroisme (kepahlawanan), patriotisme, dan nasionalisme, yang merupakan modal perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Aspek-aspek tersebut dapat dijadikan teladan bagi peserta didik, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan dalam pribadi mereka, agar mereka bisa mewarisinya, sehingga mereka dapat merasakan semangat perjuangan dan besarnya pengorbanan para pahlawan. Dengan demikian kepekaan sosial, semangat kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme peserta didik akan terwujud, karena hal itu sangat diperlukan untuk mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia ketika menghadapi era globalisasi.

Upaya untuk memasukkan sejarah perjuangan Komando Daerah Muria ke dalam pembelajaran IPS Sejarah di SMP, mendapat tanggapan yang positif dari para guru, Kepala Sekolah dan pejabat Dinas Pendidikan. Mereka setuju dan sangat mendukung upaya tersebut apabila bahan ajar yang diperlukan tersedia.  Untuk merealisasikannya diupayakan penyusunan contoh bahan ajar, dan selanjutnya para guru akan siap membuat/menyusun perangkat pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), di mana untuk pelaksanaan pembelajarannya diintegrasikan dengan materi pembelajaran pokok, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih optimal.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *