Pengaruh Interaksi Sosial, Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas

Contoh Tesis~ Pengaruh Interaksi Sosial, Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Pekerja Di Bagian Spinning II PT. Danliris Sukoharjo

Tenaga Kerja

Latar Belakang

Dari sekian banyak jenis industri di Indonesia, industri tekstil masih menjadi salah satu jenis industri utama yang tidak bisa diabaikan peranannya. Industri tekstil merupakan salah satu industri prioritas nasional yang masih prospektif untuk dikembangkan. Tahun lalu pasar tekstil di dalam negeri mencapai Rp. 80 triliun (BPS Indonesia 2008).

Industri tekstil merupakan industri padat karya, dengan populasi lebih dari 230 juta penduduk, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial. Dari sisi tenaga kerja, pengembangan atau penambahan kapasitas industri dapat dengan mudah terakomodasi oleh melimpahnya tenaga kerja dengan tingkat upah yang lebih kompetitif. Total penyerapan tenaga kerja industri padat karya ini mencapai 3,2 juta orang (Ekonomika Industri Indonesia. 2007:283).

Hal ini memperlihatkan bahwa industri tekstil sangat berperan dalam menyerap tenaga kerja mengingat Negara Indonesia mempunyai jumlah pengangguran yang cukup tinggi, menciptakan nilai tambah dan menghasilkan devisa yang sangat berguna bagi bangsa kita.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penelitian ini memfokuskan pada:

  1. Seberapa besar pengaruh antara interaksi sosial terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?
  2. Seberapa besar pengaruh antara jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?
  3. Seberapa besar pengaruh secara bersama-sama interaksi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh interaksi sosial terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.
  2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.
  3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh secara bersama-sama antara interaksi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja terhadap produktivitas pekerja di bagian spinning II PT. Danliris.

Kesimpulan

Kesimpulan ini ditarik dari kenyataan empiris di lapangan dari masing-masing variabel penelitian. Secara kenyataan empiris di lapangan, dapat disimpulkan gambaran umum sebagai berikut: Secara empiris dapat dikatakan bahwa pada kategori sedang mempunyai frekuensi responden sebanyak 51 orang dan dengan besaran 54,20%. Dalam hal ini dapat dikatakan interaksi sosial sedang, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori sedang. Hal ini juga bisa dilihat pada lokasi di PT. Danliris bahwa dalam perusahaan tersebut selalu diadakan koordinasi sebelum pekerjaan dimulai, disamping itu juga terdapat koperasi dan serikat kerja yang dimana dengan mengikuti program-program yang diadakan organisasi tersebut secara otomatis meningkatkan interaksi para pekerja khususnya pekerja dengan kasubsi.

Secara empiris dapat dikatakan bahwa pada kategori tinggi mempunyai frekuensi responden terbesar sebanyak 55 orang dan dengan besaran 58,50%. Sehingga kondisi  jaminan sosial tenaga kerja yang ada di PT. Danliris tinggi, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori tinggi. Menilik kondisi pada lokasi penelitian, sebelum seseorang menjadi pekerja pada PT. Danliris pasti telah dijelaskan tentang kontrak hak dan kewajibannya selama menjadi pekerja, dalam pabrik juga terlihat jelas fasilitas yang sangat memadahi baik itu fasilitas kesehatan maupun keselamatan pekerja.  Secara empiris pada kategori sedang mempunyai frekuensi responden terbesar sebanyak 45 orang dan dengan besaran 47,90%. Sehingga kondisi produktivitas pekerja PT. Danliris sedang, karena sebagian besar responden terkategori dalam kategori sedang. Sesuai dengan kenyataan dilapangan target produksi dalam PT. Danliris selalu terpenuhi dan jika terdapat target yang besar perusahaan akan mengadakan lembur bagi pekerja produksi dimana upah lembur tetap dibayar per-jam nya. Dan juga menilik pada prioritas PT. Danliris bahwa mayoritas produksinya untuk dipasarkan di luar Indonesia sehingga ketepatan dan kualitas hasil produksi sangat diutamakan.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Hubungan Kerja Patron Klien Juru Parkir

Contoh Tesis~Hubungan Kerja Patron Klien Juru Parkir (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Hubungan Kerja Patron Klien Juru Parkir di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar)

Juru Parkir

Latar Belakang

Persoalan pokok yang dialami oleh negara-negara berkembang pada umumnya adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup penduduknya yang sebagian besar tergolong miskin. Salah satu alternatif untuk meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat yang miskin adalah dengan pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Sedangkan pemenuhan kebutuhan dasar mereka hanya mungkin dicapai apabila ada dan tersedianya lapangan kerja yang dapat untuk menambah ataupun sebagai sumber utama bagi pendapatan mereka. Pekerjaan bagi manusia dewasa adalah persoalan yang paling mendasar dibanding dengan masalah-masalah lain, dan merupakan persoalan nyata yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu pembangunan yang semata-mata memfokuskan diri pada masalah pertumbuhan dan pemerataan, sebenarnya kurang mengena bila hanya dilihat dari retorika politik (Ngadisah, 1987:1).

Dalam era globalisasi yang ditandai dengan pergerakan yang sangat dinamis menuntut manusia untuk bergerak cepat dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada. Tuntutan inilah yang nantinya mampu menjawab akan kesiapan dalam menghadapi pembangunan tersebut, karena tidak dipungkiri dari suatu pernyataan, bahwa semakin maju suatu pembangunan maka semakin banyak pula suatu permasalahan yang akan muncul dari efek pembangunan itu sendiri.

Rumusan Masalah

Sehubungan dengan pemaparan latar belakang di atas maka dapat ditarik rumusan masalah:

Bagaimana hubungan kerja patron klien juru parkir di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar?

Tujuan penelitian

Sesuai dengan latar belakang masalah dan perumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui bagaimana hubungan kerja patron klien juru parkir yang ada di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar.
  2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan hubungan kerja patron klien juru parkir di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar.

Kesimpulan

Berdasakan penelitian yang telah dilakukan dan analisis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan ini diuraikan sebagai berikut:

  1. Keseluruhan pola hubungan antar juru parkir di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar menunjukkan adanya hubungan kerja patron klien dalam kegiatan perparkiran. Hubungan kerja tersebut menempatkan kedudukan atau status ekonominya sebagai juragan dan anak buah. Hubungan kerja ini berlaku antara Koordinator Lapangan (patron) dengan Juru Parkir Resmi (klien), dan antara Juru parkir Resmi (patron) dengan Juru Parkir tidak Resmi (klien). Dalam hubungan kerja patron-klien juru parkir yang terjadi di Taman Pancasila Karanganyar  seorang juru parkir resmi juga dapat memposisikan dirinya menjadi patron, karena selain juru parkir resmi menjadi anak buah dari koordinator lapangan, mereka juga mempunyai anak buah yaitu juru parkir tidak resmi yang membantu juru parkir resmi dalam mengatur parkir di lapangan.
  2. Pola hubungan kerja yang terjadi antara patron dengan klien di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar merupakan pola hubungan timbal balik antara patron dengan kliennya. Bagi para klien, mereka bekerja untuk mendapatkan upah atau pembagian hasil parkir. Hasil parkir digunakan oleh klien dalam rangka untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bagi patron, merupakan sebuah keinginan untuk meningkatkan taraf hidup melalui pengembangan usaha yang dimiliki.
  3. 3.Hubungan kerja  patron-klien sebagai fakta sosial-kultural yang hanya didasarkan pada perjanjian informal. Tetapi, dalam praktiknya, tidak pernah ada garansi akan munculnya perubahan yang bersumber dari percampuran dengan kepentingan ekonomi dan politik. Melihat situasi tersebut, peluang terjadinya eksploitasi olehpatron terhadap kliennya menjadi sangat besar.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: